fbpx

5 Inspirasi Asal Nama Keren Sebuah Brand

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

inspirasi-nama-brand
Background photo created by user18526052

Nama yang keren dan unik akan menjadi pondasi untuk brand dalam industri apa pun, nama tersebut seringnya mengambil inspirasi dari lima hal yang akan dijelaskan dalam artikel ini. Nama mengandung arti dan asosiasi akan sesuatu hal yang telah diketahui sebelumnya yang diharapkan dapat mempengaruhi persepsi konsumen. Sebelum memilih nama brand sangat penting untuk mengetahui dan menyesuaikan karakteristik target konsumen.

Mendefinisikan target konsumen dapat dilakukan bersamaan dengan merancang identitas brand tersebut. Hanya saja, banyak perusahaan rintisan yang langsung menentukan nama brand atau merek yang memiliki arti spesifik sebelum menyempurnakan bisnis model dan layanan terlebih dahulu. Sehingga pada akhirnya terkadang nama brand akan tidak terlalu mencerminkan produk atau jasa yang ditawarkan.

Walaupun banyak agency yang menawarkan jasa untuk merancang sebuah brand termasuk nama tapi banyak juga pengusaha yang berpikir ringkas, dalam kasus ini disarakan menggunakan nama yang general agar dapat beradaptasi di kemudian hari. Terkadang nama justru tidak perlu terlalu unik karena ditakutkan akan sulit dipahami, dan pada dasarnya perspesi sebuah brand itu dapat terbentuk seiring waktu.

Artikel ini mencoba mengklasifikasikan asal inspirasi nama brand terkenal yang sudah ada dunia ke dalam lima kategori agar dapat lebih mudah dipahami, yaitu:

  • Nama Tokoh
  • Nama Akronim
  • Nama Benda
  • Nama Kegiatan
  • Nama Buatan

Hampir semua nama berikut diambil dari institusi bisnis nyata yang sudah ada sejak dulu, sehingga sudah pasti terjamin kekuatannya sebagai brand.

1. Nama Tokoh

Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa di dalam cerita. Tokoh masyarakat adalah orang-orang yang memiliki pengaruh di masyarakat, baik tokoh masyarakat yang dipilih secara formal (seperti lurah, wali kota dll.) maupun yang didapatkan secara informal (seperti kiai, dukun, seniman, guru). Seorang tokoh masyarakat adalah seseorang yang memiliki posisi dalam lingkungan tertentu dan memiliki pengaruh besar.

Menurut UU No. 8 Tahun 1987 Pasal 1 ayat 6 menerangkan bahwa tokoh masyarakat adalah seseorang yang karena kedudukan sosialnya menerima kehormatan dari masyarakat dan/atau Pemerintah. Siapa dan apa yang menyebabkan seseorang dianggap sebagai tokoh masyarakat adalah kiprahnya dalam masyarakat, memiliki kedudukan formal di pemerintahan, atau menguasai keilmuan bidang tertentu.

Tokoh Legenda; Nike (Dewi Kemenangan), Dove (Simbol Aphrodite, Dewi Kecantikan dan Cinta), Amazon (Tentara Amazon yang disegani dalam mitologi Yunani), EOS (lini kamera Canon, Eos adalah nama Dewa Fajar dalam mitologi Yunani), Hermes (pembawa pesan dewa-dewi Yunani).

Tokoh Pendiri Perusahaan; Adidas (Adi/Adolf Dassler, gabungan dua nama pendiri yang membentuk kata baru), Armani (Giorgio Armani, nama belakang dari pendiri), Johnny Andrean (Johnny Andrean, nama pendiri brand yang terlebih dahulu dikenal sebagai penata rambut sebelum membuka salon sendiri).

Tokoh Sejarah; Tesla Motors (Nikola Tesla, adalah seorang penemu, fisikawan, teknisi mekanika, dan teknisi listrik Serbia-Amerika).

2. Nama Akronim (Singkatan)

Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar. Misal rudal untuk peluru kendali (KBBI Edisi Ketiga). Perihal akronim dalam perspektif ilmu bahasa dan aplikasinya dalam teknologi informasi telah dijelaskan oleh Zahariev.

Akronim yang terlalu pendek terkadang kurang disukai karena berisiko ditemui akronim yang sama tetapi berbeda makna. Sebalik-nya, akronim yang terlalu panjang dapat merepotkan. Kesesuaian dengan kata-kata atau makna yang diwakili merupakan hal penting, di samping perlunya akronim itu mudah diucapkan dan diingat oleh manusia.

Konflik pengertian dengan kata lain atau akronim lain dapat menimbulkan komplikasi yang tidak perlu. Pembentukan akronim dalam perspektif etika bahasa dapat mengacu pada pendapat Wittgenstein (1889-1951, filsuf bahasa, matematika, dan logika) yang menyatakan bahwa perkataan adalah sebuah tindakan moral, sehingga perkataan yang benar adalah yang didasari dengan etika, moralitas, dan logika yang baik.

Akronim (Huruf Awal Tiap Kata); KFC (Kentucky Fried Chicken), BCA (Bank Central Asia), KAI (Kereta Api Indonesia), AMD (Advanced Micro-Devices), DKNY (Donna Karan New York)

Akronim (Gabungan Dua Kata atau Lebih); Indomie (Indonesia Mie), Pelni (Pelabuhan Indonesia), Pertamina (Perusahaan Tambang dan Minyak Negara), Dufan (Dunia Fantasi), Telkom (Telekomunikasi), LEGO (leg godt)

3. Nama Benda atau Tempat Unik

Kata benda adalah kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Kata benda dapat dibagi menjadi dua: kata benda konkret untuk benda yang dapat dikenal dengan panca indra (misalnya buku), serta kata benda abstrak untuk benda yang menyatakan hal yang tidak memiliki bentuk (misalnya cinta).

Selain itu, jenis kata ini juga dapat dikelompokkan menjadi kata benda khusus atau nama diri (proper noun) dan kata benda umum atau nama jenis (common noun). Kata benda nama diri adalah kata benda yang mewakili suatu entitas tertentu (misalnya Jakarta atau Ali), sedangkan kata benda umum adalah sebaliknya, menjelaskan suatu kelas entitas (misalnya kota atau orang).

Kata Benda; Apple (buah Apel), Staples (logam tipis untuk menyatukan bundel kertas), Blackberry (buah beri),

Nama Tempat; Longbeach (nama pantai di Amerika).

4. Nama Kegiatan dan Fungsi

Kegiatan sebuah aktivitas atau usaha yang berasal dari kata giat. Kegiatan adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Kegiatan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga kegiatan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Nama Kegiatan; Snapchat (berfoto dan mengobrol), Walkman (jalan sambil mendengarkan musik), Escalator (tangga bergerak), Jet Ski (ski bermesin jet air), Bubble Wrap (bola-bola plastik).

5. Nama Kata Buatan (Rekayasa)

Kata buatan dapat dikatakan juga sebagai kata artifisial, atau rekayasa adalah sebuah bahasa yang kosakata dan tata bahasanya diciptakan oleh seseorang atau sebuah kelompok kecil. Nama brand yang termasuk dalam kategori ini akan terdengar unik dan bertolak belakang dengan bahasa alami reak membentuk arti sendiri. Kata buatan juga terkadang adalah modifikasi dari kata asli dengan mengganti beberapa huruf atau dengan sengaja menghilangkan salah satu huruf.

Kata Buatan; Instagram, Microsoft, Expedia, Rolex, Serata, Lazada

Kata Buatan (Modifikasi); Traveloka, Gojek, Hypermart, Costco. 

Kata Buatan (Typo); Flickr, Tumblr, Google, Coca-Cola, Equifax

Build Your Brand: 5 Inspirasi Asal Nama Keren Sebuah Brand

%d blogger menyukai ini: