fbpx

Social Proof: Ilmu Psikologi Untuk Membantu Pemasaran

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

Bukti sosial (Social Proof) adalah fenomena psikologi dan sosial di mana orang akan cenderung meniru tindakan orang lain. Konsep dari fenomena bukti sosial ini sering di manfaatkan di dunia pemasaran dalam mencapai tujuan perusahaan. Istilah ini sendiri diciptakan oleh Robert Cialdini dalam bukunya Influence pada tahun 1984, dan konsep tersebut juga dikenal sebagai pengaruh sosial informasional.

Bukti sosial dianggap menonjol dalam situasi sosial yang ambigu di mana orang tidak dapat menentukan mode perilaku yang tepat, dan didorong oleh asumsi bahwa orang-orang di sekitarnya memiliki lebih banyak pengetahuan tentang situasi saat ini. Pengaruh pengaruh sosial terlihat pada kecenderungan kelompok besar untuk menyesuaikan diri. Hal ini disebut dalam beberapa publikasi sebagai perilaku kawanan.

Bukti sosial sering kali mengarah tidak hanya pada kepatuhan publik (menyesuaikan diri dengan perilaku orang lain di depan umum tanpa harus percaya bahwa itu benar) tetapi juga penerimaan pribadi (menyesuaikan diri dari keyakinan asli bahwa orang lain benar).

Contoh Fenomena Social Proof di Dunia Pemasaran

1. Social Proof Dalam Dunia Hiburan

Teater menggunakan penonton bayaran yang akan di instruksikan untuk memberikan tepuk tangan pada saat tertentu. Biasanya, orang-orang inilah yang pada awalnya bertepuk tangan, dan penonton lainnya mengikuti. Tepuk tangan seperti itu dapat menjadi sinyal akan kualitas pertunjukan oleh penonton umum atau non-ahli.

2. Social Proof Dalam Dunia E-commerce

Dalam dunia e-commerce, bukti sosial (Social Proof) adalah berupa testimoni atas layanan baik yang kepada pelanggan sebelumnya. Konsumen tersebut meninggalkan ulasan positif di halaman pembelian produk. Oleh karena itu, orang lebih cenderung membeli jika mendengarnya dari teman dan keluarga. Contoh lain adalah pemilik toko online menampilkan pembelian real-time di situs web mereka untuk menarik calon pelanggan baru agar membeli produk mereka.

3. Social Proof Dalam Dunia Media Sosial

Bukti sosial juga menonjol di jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan YouTube. Jumlah pengikut, penggemar, tampilan, suka, favorit, dan bahkan komentar pengguna, secara positif memengaruhi cara pengguna lain memandang mereka. Seorang pengguna di Twitter dengan satu juta pengikut akan mendapat kepercayaan lebih dan memiliki reputasi daripada pengguna serupa dengan seribu pengikut.

Back to Basics

Social Proof: Ilmu Psikologi Untuk Membantu Pemasaran

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: