fbpx

Memahami Strategi Pemasaran Growth Hacking (Marketing)

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

Growth hacking adalah sebuah perspektif baru di dunia pemasaran. Metode ini berfokus untuk mencapai pertumbuhan melebihi rata-rata dengan upaya dan perngorbanan yang sama dengan orang lain. Perkembangan metode ini seiring dengan maraknya perusahaan rintisan (star-up) yang membutuhkan pertumbuhan dalam waktu singkat dengan anggaran yang ketat. Akan tetapi sejak saat itu metode ini juga populer digunakan oleh perusahaan besar.

Istilah ini di cetuskan oleh Sean Ellis pada tahun 2010 dalam sebuah postingan blog. Kemudian Andrew Chen memperkenalkan istilah tersebut kepada audiens yang lebih luas dalam sebuah posting blog berjudul, “Growth Hacker is the new VP of Marketing”. Selanjutnya dalam sebuah buku berjudul “Growth Hacking”, Chad Riddersen dan Raymond Fong mendefinisikan pelaku metode ini yaitu para Growth Hacker sebagai peretas yang sangat pandai dan pemasar kreatif secara khusus berfokus pada pertumbuhan.

Metode Pemasaran Growth Hacking

growth-hacking

Salah satu bukti bahwa keterbatasan tidak akan menghalangi sebuah kreatifitas. Metode ini banyak di lakukan Start-up untuk mengatasi kekurangan dana untuk melakukan promosi. Para growth hacker melakukan kegiatan pemasaran dengan fokus pada inovasi, skalabilitas, dan konektivitas pengguna. Dalam metode ini desain produk dianggap sebagai salah satu faktor penting untuk keberhasilan perusahaan.

Oleh karena itu, para growth hacker akan terus menggali potensi dalam mengembangkan produk. Pengembangan produk berjalan beriringan dengan proses pemasaran itu sendiri. Dalam hal ini termasuk pada proses akuisisi pengguna, orientasi, monetisasi, retensi, dan viralitas, ke dalam produk itu sendiri. Tim peretasan pertumbuhan biasanya terdiri dari pemasar digital, pengembang website, pengembang aplikasi ponsel, programer, desainer, dan manajer produk.

Tim growth hacking akan fokus untuk menemukan cara alternatif yang lebih cerdas dan berbiaya rendah dari pemasaran tradisional. Misalnya, menggunakan media sosial, pemasaran viral atau iklan digital. Media sosial di pilih karena lebih murah daripada iklan melalui media tradisional seperti radio, surat kabar, dan televisi. Hal ini bukan berarti selalu harus murah tapi lebih kepada tingkat efektifitas biaya yang di butuhkan.

Secara garis besar para growth hacker akan merancang proses akuisisi pengguna melalui “Pirate Funnel” singkatnya, pengguna baru akan di arahkan untuk menyelasaikan beberapa tugas yang memiliki enam proses tahap hierarki yaitu;

  1. Awareness
  2. Acquisition
  3. Activation
  4. Retention
  5. Revenue
  6. referral

Mengoptimalkan proses ini dengan cepat merupakan tujuan inti dari peretasan pertumbuhan, karena menjadikan setiap tahapan lebih efisien serta akan meningkatkan jumlah pengguna. Perusahaan besar seperti Twitter, Facebook, Dropbox, Pinterest, YouTube, Groupon, Udemy, Instagram, dan Google adalah perusahaan yang masih menggunakan dan teknik pola pikir seorang growth hacker untuk perkembangan layanan dan meningkatkan keuntungan.

Back to Basic

Memahami Strategi Pemasaran Growth Hacking (Marketing)

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: