fbpx

5 Tahap Memulai Bisnis dan Bikin Brand

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

Gilang Irwan

Berikut tips agar pengusaha bisa bikin brand yang seringkali hanya menjual produk bukan brand. Tahukah kamu bahwa beberapa brand terkenal di dunia awalnya tidak menjual sebuah brand tetapi hanya menjual produk? tidak percaya? Silahkan baca artikel-artikel lain di blog ini yang membahas sejarah brand terkenal di dunia di kategori “behind the brand“.

Riset diperlukan untuk mengembangkan sebuah brand tetapi bukan untuk memulai bikin brand. Hal yang ingin ditekankan di dalam artikel ini yaitu bangun lah brand yang menawarkan produk atau jasa sudah tak asing dengan kamu. Dianjurkan jangan membuat brand benar-benar dari nol, bukan tidak mungkin tapi tentunya akan membutuhkan waktu lebih lama.

Sebagai contoh jika orang tua kamu adalah pengusaha hasil bumi seperti Cengkeh, Kopi, Kayu Manis, dan Pinang. Orang tua kamu hanya menjual produk berupa hasil bumi, tidak menjual sebuah brand hasil bumi. Maka kamu bisa membangun sebuah brand kopi karena orang tua kamu tentunya memiliki banyak pengetahuan tentang kopi yang bisa diturunkan ke kamu.

Nah! Selanjutnya kita akan meneruskan Tips memulai bikin brand ini dengan contoh seorang anak pengusaha hasil bumi yang ingin membuat sebuah brand Kopi.

Temukan Keunikan Produk

Pengetahuan yang dimiliki seorang petani atau penjual kopi dapat memberikan kamu informasi yang cukup tentang jenis-jenis kopi. Kopi apa yang banyak dicari serta alasannya. Dan adakah cara mengolah kopi yang belum diketahui banyak orang namun menghasilkan kopi yang nikmat. Kumpulkanlah informasi yang cukup.

Disini kita akan belajar membedakan antara produk dan brand untuk mengerti maksud dari tahap ini. Saya ambil contoh Ivory Black Coffee yang merupakan brand biji kopi. Ivory Black Coffee memiliki nilai lebih yaitu cerita dibalik pemilihan biji kopi yang mereka tawarkan yang membuat lebih nikmat sehingga dibanderol dengan lebih mahal dari kopi lainnya.

Nilai lebih inilah yang membuat Ivory Black Coffee adalah brand kopi bukan sekedar produk kopi. Produknya memang kopi dan banyak juga petani yang menjual biji kopi tetapi kenapa orang memilih Ivory Black Coffee yang lebih mahal tentunya karena cerita dibalik kopi tersebut.

Brand juga mewakilkan sebuah statement dari sebuah kualitas yang dijaga dari waktu ke waktu, dalam kasus biji kopi maka yang dijaga adalah rasa kopi tersebut. Tidak seperti produk kopi yang tidak bermerek yang dijual dalam karung tanpa nama. Kalau kamu tidak suka mau komplain dengan siapa dan walapun ternyata enak bagaimana kamu bisa menemukan kopi tersebut di kemudian hari dan apakah rasanya akan sama.

Kenali Target Konsumen

Setelah menentukan nama dan logo yang tentunya dapat mewakilkan cerita dibalik keunikan produk kopi kamu maka produk kopi kamu telah berevolusi menjadi sebuah brand kopi. Karena produk kamu telah memiliki nilai tambah yang membedakannya dengan produk kopi lainnya.

Di awal sebelum menentukan nama dan logo kamu tentunya punya alasan yang kuat untuk itu memilih itu. Tapi sebaiknya kamu pastikan siapa saja yang menurut kamu akan menikmati kopi ini. Jika kamu belum tau kamu diharuskan membuat sebuah website serta media sosial untuk itu.

Kamu dapat melihat target konsumen kamu dari lokasi pengunjung website sampai dengan orang yang bertanya langsung di media sosial kamu. Misalnya dari lokasi konsumen kamu ternyata banyak konsumen yang membeli produk kamu berasal dari Bandung. Nah berarti kamu harus mempertimbangkan untuk membuka toko di kota tersebut.

Tentukan Nama Brand

Sebagai seorang tengkulak kopi alias pedagang kopi orang tua kamu pasti mengumpulkan kopi dari para pemilik ladang. Disini kamu bisa mengorek banyak informasi mengenai kopi tersebut di mulai dari asal usul bibit sampai dengan lokasi penanaman. Yang akan memberikan inspirasi untuk menentukan nama dan logo dari brand kopi kamu.

Tahukah kamu bahwa logo brand sepatu lari yang terkenal di eropa yaitu Saucony terinspirasi dari sungai kecil yang terdapat di daerah pabrik mereka. Dimana di sungai itu terdapat tiga batu kecil yang di gambarkan sebagai tiga titik kecil pada logo mereka.

Kembangkan Identitas Visual

Identitas visual terdiri dari desain logo yang memiliki arti serta filosofi yang disesuaikan dengan brand tersebut. Desain logo sendiri dapat berupa teks atau simbol yang pada dasarnya tediri 5 unsur. Yaitu: Kesatuan (berhubungan), Dominasi (daya tarik), Irama (berkesinambungan), Proporsi (enak dipandang) dan Keseimbangan (sama).

Kembangkan Brand Kamu

Tahap ini adalah seperti tahap mati suri paling tidak disarankan penulis selama setahun kamu tetap menjual produk dan melakukan kegiatan promosi dan lainnya tetapi hanya terkait hal mendasar tentang produk kamu. Contohnya kamu tidak membayar media sosial influencer serta hal hal yang terlalu mahal untuk mempromosikan brand kamu. Biarkan brand kamu yang mempromosikan dirinya sendiri.

Setelah waktu setahun berlalu pada tahap ini kamu memulai melakukan perubahan untuk lebih baik. Misalnya dari segi kemasan ternyata banyak konsumen mengeluh kemasan kamu sulit dibuka dan sekali dibuka harus diikat dengan karet. Kamu mulai membenahi itu dengan menawarkan kemasan baru. Dari segi produk misalnya kamu meluncurkan varian baru.

Kamu juga bisa mulai menetapkan slogan brand kamu atau marketing kampanye yang didasari pengetahuan yang sudah mendalam tentang brand dan konsumen kamu. Cara paling mudah adalah tanyakan pendapat konsumen tentang brand kamu serta bagaimana citra brand kamu di mata mereka.

Build Your Brand: 5 Tahap Memulai Bisnis dan Bikin Brand

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: