fbpx

10 Jenis dan Filosofi Desain Logo Brand

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

belajar-filosofi-desain-logo
i1Studio Designer Edition

Logo merupakan gambar dengan arti serta filosofi tertentu, dan mewakili perusahaan, daerah, organisasi, produk, negara, lembaga, dan hal lainnya. Logo harus memiliki filosofi dan kerangka dasar berupa konsep dengan tujuan melahirkan karakteristik tertentu. Desain logo dapat berupa teks atau simbol. Logo memiliki 5 unsur yang harus dipenuhi. Yaitu: Kesatuan (berhubungan), Dominasi (daya tarik), Irama (berkesinambungan), Proporsi (enak dipandang) dan Keseimbangan (sama).

Logo lazim dikenali oleh penglihatan manusia melalui dua ciri khas utama yaitu identitas warna dan identitas bentuk logo tersebut. Terdapat setidaknya 10 konsep desain logo yang harus dipahami untuk seorang desainer beserta filosofi bentuknya. Selain faktor filosofi bentuk dan warna, trend logo juga terkadang menjadi acuan dalam menentukan sentuhan grafis yang akan diberikan pada logo tersebut.

1. Wordmark

Wordmark adalah logo berbasis font sederhana yang berfokus pada nama lengkap merek. Ini pada dasarnya adalah logo tipografi yang menggunakan font atau gaya unik untuk menulis nama merek tanpa grafik, makna, atau intervensi simbolik yang signifikan. Wordmark menggunakan font yang sedikit dimodifikasi untuk tujuan desain.

Wordmark adalah pilihan yang baik jika nama brand atau merek pendek dengan 3 suku kata atau kurang seperti Facebook dan Google. Tidak disarankan untuk yang memiliki nama panjang seperti PricewaterhouseCoopers (PwC) atau Bayerische Motoren Werke (BMW).

Namun, tidak ada salahnya menggunakan bentuk wordmark walaupun suku kata pada mereka panjang tetapi merupakan kata yang sering digunakan atau sesuatu yang mudah diingat. Contoh yang baik adalah Coca-Cola. Meskipun namanya memiliki lebih dari tiga suku kata, tidak sulit untuk mengingat namanya.

2. Logotype

Logotype sangat mirip dengan Wordmark jika dilihat dari tampilan. Satu-satunya faktor yang membedakannya adalah terdapatnya simbol di dalam desain teks. Simbol ini terkadang tersembunyi di dalam kata tersebut dan hanya dapat dilihat segelinter orang namun terkadang dapat terlihat dan dipahami dengan jelas.

filosofi-logo-fedex

Misalnya logo FedEx, Jika diliaht sekilas logo hanya berupa tulisan saat melihatnya pertama kali. Tetapi setelah memperhatikan dengan seksama maka akan terliaht panah tersembunyi di ruang putih antara huruf E dan X, yang dimaksudkan sebagai simbol alam bawah sadar untuk kecepatan dan ketepatan. Contoh lain dari konsep ini adalah LG dan Amazon.

3. Lettermark atau Monogram

Lettermark atau monogram adalah logo yang hanya terdiri dari huruf atau sebuah inisial. Contohnya seperti perusahaan teknologi IBM (Mesin Bisnis Internasional) dikarenakan nama yang panjang jika merek menggunakan konsep wordmark untuk logonya, logo IBM akan sulit untuk dikenali.

Seorang desainer tentunya harus memiliki pengetahuan yang baik tentang tipografi dan font. Juga, pastikan inisial logo terbaca saat dipublikasikan online atau offline. Monogram disarankan ketika nama merek panjang dan sulit diingat. IBM, CNN, HBO, EA, dll. adalah contoh logo monogram.

4. Pictorial Mark / Brand Mark / Symbols

Konsep logo ini biasanya digunakan bila nama yang diwakili panjang atau susah diingat dan tidak memiliki singkatan yang terdengar menarik. Contohnya burung biru untuk twitter, apel yang digigit untuk Apple. Selain itu simbol kepala dan helm untuk Gojek yang merupakan perusahaan rintisan yang didirikan oleh Nadiem Makarim.

filosofi-logo-gojek
filosofi-logo-pertamina
filosofi-logo-apple

Berbeda seperti konsep logo sebelumnya menggunakan simbol sepenuhnya tergantung pada kebijaksanaan pemilik dan tidak ada aturan ketat kapan menggunakannya. Namun disarankan tetap menuliskan nama merek di bawah logo yang berupa simbol ini telebih jika terhitung baru, dan tidak semua orang mengenalinya.

Keuntungan yang signifikan dari memilih tanda bergambar sebagai logo adalah konsep yang sangat imajinatif dan dapat memunculkan emosi yang berasal dari nama merek yang diwakili. Jika emosi atau perasaan tersebut disampaikan dengan baik melalui simbol tersebut maka logo akan sangat mudah diingat konsumen.

5. Abstract Marks

Logo tanda abstrak yang berada di bawah simbol logo bergambar. Tetapi tidak seperti gambar yang dikenali seperti logo simbol yang mewakili dan berasal dari objek yang familiar, bentuk desain ini diambil dari bentuk geometris atau benar-benar abstrak atau simbol yang dipilih untuk mewakili merek yang sebelumnya tidak memiliki makna yang kuat.

filosofi-logo-adidas
filosofi-logo-chanel
filosofi-logo-pepsi

Beberapa contoh konsep logo ini adalah Pepsi, Adidas, dan Chanel. Karena bersifat simbol abstrak maka untuk penggunaan konsep ini sangat disarankan menambahkan tulisan nama merek yang diwakili. Tanda abstrak biasanya lebih disukai ketika Anda beroperasi di lebih dari satu industri dan ingin membuat identitas yang benar-benar unik untuk merek Anda.

6. Maskot

Konsep logo maskot adalah logo bergambar yang diwakili oleh sebuah karakter bergambar baik karakter fiktif atau karakter non fiktif. Konsep ini sering kali menggunakan pemilik atau salah satu pendiri perusahaan mewakili perusahaan. Maskot adalah pilihan yang baik ketika perusahaan ingin melayani dan menarik bagi keluarga dan anak-anak karena lebih bersifat ramah dan menyenangkan.

Maskot tidak hanya berfungsi sebagai logo tetapi juga dianggap sebagai duta merek. KFC misalnya, logo perusahaan ini adalah gambar pendirinya, Kolonel Sanders. Menjadi maskot dan kemudian mengubahnya menjadi logo mereka. Contoh lain termasuk burung hantu dan kantong belanja pada logo Tokopedia, maskot Wendy yang mewakili seorang ibu, dan Reddit’s Snoo.

7. Kombinasi Simbol dan Tulisan

Tanda kombinasi adalah perpaduan dari gambar dan penulisan kata yang menjadi satu kesatuan. Dalam istilah sederhana, itu termasuk simbol dan teks yang dirancang. Logo Burger King misalnya, logo perusahaan makanan cepat saji ini berupa simbol serta nama merek yang membuatnya terlihat seperti burger. Contoh tanda kombinasi sebagai logo mereka adalah Doritos, Lacoste, Mastercard, dll.

8. Emblem

Konsep emblem sering digunakan oleh universitas dan sekolah ini merupakan salah satu konsep logo tertua yang diketahui. Konsep Ini termasuk menambahkan nama merek (dan kadang-kadang slogan) di dalam simbol atau ikon. Yang membuat emblem menonjol adalah pandangan tradisional mereka seperti contoh logo Harvard dengan ‘Harvard’ dan ‘Veritas’ ditulis pada perisai klasik.

Emblem adalah pilihan yang baik jika ingin mengadopsi indentitas sebagai merek klasik yang memiliki sejarah panjang atau masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional. Beberapa contoh lain dari penggunaan emblem sebagai logo adalah BMW, Devil’s Backbone, dan Harley Davidson.

9. Logo Berkontur Geometris

Kata berkontur adalah logo dengan nama merek yang dikemas dalam bentuk geometris. Logo-logo ini memanfaatkan psikologi dan filosofi bentuk geometris dalam prinsip desain logo. Hal ini dipilih untuk memperkuat identitas merek. Contoh merek yang menggunakan kata berkontur sebagai logo mereka adalah Samsung, Denny, Ikea, IMDB, dan BBC, dll.

Kata-kata yang berkontur adalah alternatif yang baik untuk penanda kata atau logo karena mereka membawa manfaat bentuk juga. Lingkaran melambangkan kelengkapan, cinta, keabadian. Sementara struktur empat sisi menggambarkan kepercayaan, stabilitas, dan keseragaman.

10. Logo Dinamis / Adaptable

Logo dinamis adalah salah satu jenis logo baru, yang dapat beradaptasi sesuai dengan konteksnya dimana. Konsep ini memerlukan elemen serta warna yang kuat sehingga dapat tetap dikenali. Logo Mit Media Labs termasuk dalam kategori ini. Perusahaan memiliki lebih dari 40.000 variasi logo, yang digunakan secara terpisah sesuai dengan konteksnya.

filosofi-mit-media-lab

Build Your Brand: 10 Jenis dan Filosofi Desain Logo Brand

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: