fbpx

Kisah Awal dan Makna Logo The North Face

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

sejarah-brand-outdoor-the north face
Toko Pertama Brand Outdoor The North Face tahun 1966

The North Face berawal dari sebuah toko retail yang menjual peralatan untuk memanjat gunung. Tidak hanya terkenal sebagai brand perlengkapan outdoor dengan sejarah panjang di dunia panjat gunung, kepopuleran brand The North Face juga merambah ke dunia fashion di tahun 90 an, di kota New York. Brand ini Kemudian diakuisisi oleh VF Corporation pada tahun 2000 dengan harga $25,4 juta.

Sejarah Perusahaan

The North Face didirikan oleh Douglas Tompkins dan istrinya, Susie Tompkins pada tahun 1966. Pada awalnya brand ini hanya sebuah toko kecil di sudut kota yang dikenal sebagai pengecer peralatan pendaki dan backpacking sebelum akhirnya menjahit dan memproduksi pakaian mereka sendiri. Brand yang memiliki logo berupa tiga garis yang merupakan The North Face (sisi utara) dari gunung Half Dome yang terletak di taman nasional Yosemite.

Kepopuleran The North Face di kalangan pendaki gunung secara alami mengarah perkembangan toko ini ke grosir menjadi sebuah manufaktur. Pada tahun 1968, produksi pakaian luar pada awal 1970-an. Karena terkenal oleh popularitas sebagai pakaian penunjang olahraga ski, mereka meluncurkan pakaian ski ekstrem pada awal 1980-an. Diikuti oleh jajaran produk ekspedisi pada tahun 1988.

Pada tahun 1988, The North Face diakuisisi oleh Odyssey Holdings (OHI), yang sudah memiliki lebih dari tiga puluh perusahaan lain di industri pakaian outdoor. Juni 1994, perusahaan diakuisisi oleh J. H. Whitney & Co., Cason, dan William S. McFarlane di pelelangan umum seharga $ 62 juta, bersamaan dengan ini, Cason diangkat sebagai CEO yang baru berganti nama menjadi ‘The North Face Inc.’

Pada tahun 2000, The North Face diakuisisi oleh VF Corporation dengan harga US$25,4 juta. Desember 2008, The North Face mengajukan tuntutan di Pengadilan Distrik Missouri Timur Amerika Serikat terhadap The South Butt, penciptanya, James A. Winkelmann Jr., serta sebuah perusahaan yang menangani pemasaran dan produksinya.

Logo The South Butt

The North Face menuduh bahwa ketiga pihak tersebut telah melakukan pelanggaran merek dagang. Setelah pengadilan memerintahkan adanya mediasi, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan damai pada tanggal 1 April 2010. Namun pada bulan Oktober 2012, Winkelmann mengakui telah melanggar kesepakatan damai dengan The North Face, dan setuju membayar US$65.000, akan terus dikurangi US$1.000 untuk setiap bulan yang telah tidak dilanggar.

Filosofi Logo The North Face

Nama The North Face sebenarnya merujuk pada wajah (bagian) utara gunung apa pun di belahan bumi utara. North Face adalah bagian paling berbahaya dari Gunung. Para pendaki mengerti bahwa rute terdingin, paling sulit dan paling sulit dari gunung untuk mendaki biasanya menghadap ke utara. dengan mengingat hal ini, nama produk mengisyaratkan daya tahan, ketekunan, tantangan, dan banyak lagi.

Salah satunya bagian North Face yang paling berbahaya di dunia adalah dari Gunung Eiger yang hingga hari ini masih sulit sekali untuk ditaklukkan. Sejak tahun 1935 – ketika North Face pertama kali didaki oleh pendaki muda berdarah Jerman asal Bavaria, Karl Mehringer dan Max Sedlmeyer – hingga hari ini setidaknya sudah ada 64 pendaki yang tewas, sehingga tidak jarang sisi utara Gunung Eiger tersebut disebut juga dengan “The Murderous Wall” (Mordwand).

filosofi-logo-the north face
Half Dome
brand-outdoor-the north face
logo The North Face

Logo The North Face terinspirasi dari siluet Half Dome di Taman Nasional Yosemite, yang dimodifikasi sedemikian rupa. Logo ini dirancang tahun 1971 oleh desainer grafis California David Alcorn. Plihan warna merah untuk logo The North Face bermakna hasrat, keberanian dan perpaduan dengan hitam, yang menunjukkan supremasi, keanggunan dan dominasi, untuk menciptakan merek ikonik.

Untuk menegaskan kata The North Face font yang digunakan adalah Helvetica Bold. Ini adalah jenis huruf yang umum digunakan karena tidak terkesan lemah dan memberikan kesan tegas lemah di kesuluruhan tampilan visual logo brand. Logo North Face sangat ikonik sehingga mampu memberikan kesan yang berbeda. Ini adalah salah satu merek yang paling banyak dipalsukan di seluruh dunia.

Tentang Brand The North Face

Pada tahun 1960-an, sebagai salah satu brand outdoor The North Face mulai mencoba mempromosikan brand mereka dengan mulai mensponsori ekspedisi ke beberapa penjuru dunia yang sebagian besar masih belum tersentuh dunia. Hal ini tetap berlanjut hingga saat ini, menjadi tradisi dan catatan sejarah akan terus-menerus memperkuat slogan brand The North Face yang sangat terkenal yaitu Never Stop Exploring.

Pada awal 1980-an, The North Face menambahkan pakaian ski ekstrem pada jajaran produk merek. Pada akhir dekade ini, The North Face menjadi satu-satunya pemasok di Amerika Serikat. Mereka menawarkan berbagai koleksi komprehensif mulai pakaian luar (jacket) pakaian ski, kantong tidur, paket, dan tenda berkualitas tinggi,

the-north-face
Sampul Majalah New York tahun 1996 “Prep School Gangsters.” Foto oleh Jessica DiCicco

Tahun 1990-an adalah era dimana The North Face semakin memperluas dunia luar yang membantu atlet untuk mengeksplorasinya. Era ini menampilkan debut di pasar pakaian olahraga dengan peluncuran Tekware ™. Koleksi inovatif dirancang untuk pemanjat tebing, backpacker, pejalan kaki, pelari jejak, dan penggemar alam luar ruangan dengan fungsi terbaik.

Pada tahun itu, 1990-an adalah zaman keemasan The North Face terutama di New York. Popularitas North Face di New York tidak pernah pudar. Warga New York memiliki kegemaran dan ketertarikan kepada perlengkapan berkemah. Walaupun begitu brand lain tetap tidak bisa sepenuhnya menggantikan posisi brand ini di mata konsumen.

Pada saat itu, para Rapper yang lebih suka memakai produk The North Face daripada merek seperti Patagonia atau Marmot, karena warna-warna cerah dan desain pada setiap produk mereka. Pengaruh dari dunia musik juga memberikan pengaruh terhadap kesuksesan The North Face dan membuatnya semakin besar.

Sekarang, lebih dari 50 tahun setelah toko sederhana The North Face. hingga saat ini bran ini tetap konsisten dengan produk mereka. Mendorong batas-batas inovasi sehingga konsumen dapat mendorong batas eksplorasi. Membawa explorer ke berbagai belahan dunia yang tidak pernah tersentuh tangan manusia sebelumnya.

Pada Mei 2019, Leo Burnett Tailor Made, seorang agen marketing untuk The North Face Brazil, mengakui telah menaruh foto-foto yang menampilkan produk mereka pada semua destinasi wisata populer di Wikipedia. Sebagai upaya untuk meningkatkan eksposur, kritik dari Wikimedia Foundation. The North Face meminta maaf atas kejadian ini, dan akan segera menarik penempatan produk ini.

Di negara kita Indonesia nama The North Face cukup dikenal sebagai brand yang menjual segala macam keperluan untuk mendaki gunung. Hal ini juga disebabkan karena olahraga panjat gunung cukup digemari dan Indonesia juga memiliki banyak gunung. Dan diantara banyak produk outdoor yang lainnya, yang paling populer memang adalah brand ini, The North Face.

Behind the Brand: Dibalik Sejarah dan Logo The North Face

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: