fbpx

Cerita Sepatu Timberland & Musik Hip Hop

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

Pada awalnya Timberland diperuntukan untuk para pekerja kasar di kota terpencil yang memiliki lingkungan dingin dan berlumpur. Timberland awalnya tidak di desain sebagai produk fashion. Selang waktu berlalu kemudian tanpa disadari brand sepatu boot ini menjadi populer di kalangan Rapper, dan mencatat sejarah sebagai salah satu ikon fashion musik Hip Hop hingga saat ini.

Wu-Tang Clan

Sejarah Timberland LLC.

Timberland LLC adalah produsen serta retailer dari Amerika, dengan fokus pada produk sepatu. Dimiliki oleh VF Corporation. Sepatu boot Timberland dipasarkan untuk digunakan di luar ruangan. Perusahaan juga menjual pakaian, seperti pakaian, jam tangan, kacamata, kacamata hitam dan barang-barang kulit.

Sejarah Timberland dimulai pada tahun 1952, hampir dua puluh tahun sebelum rilis Timberland boots modern, Nathan Swartz membeli sebuah perusahaan di Massachusetts yang disebut Abington Shoe Company. Mengkhususkan diri dalam pakaian kerja untuk pria pekerja New England.

Nathan telah berlatih sebagai pembuat sepatu sejak masa mudanya pada 1918 dan ia secara konsisten mendorong inovasi. Landmark pertama datang pada tahun 1965 dengan munculnya cetakan injeksi tanpa jahitan, dapat memadukan sol karet ke bagian atas kulit agar sepatu tersebut dapat sepenuhnya kedap air.

Abington Shoe Company ini berfokus pada pembuatan kulit yang tahan air, yang terbukti sulit untuk dibuat pada masa itu. Nathan Swartz perlahan membeli semua saham sampai ia mengendalikan perusahaan dan mulai membawa putranya Herman Swartz and Sidney Swartz .

Pada tahun 1976, Abington Shoe Co. meluncurkan Timberland Waterproof Boot. Sepatu boot dengan berbagai pilihan warna kulit (semua tahan air), tetapi nubuck kuning menjadi warna yang paling populer pada saat itu bahkan hingga masa ini.

Sepatu boot dengan logo Pohon Timberland yang kemudian menjadi ikon perusahaan, sepatu satu ini menjadi sangat populer sehingga Abington Shoe Company secara resmi mengubah nama mereka pada tahun 1978 Menjadi The Timberland Company.

Pada 1998, Jeffrey Swartz naik menjadi Chief Executive Officer menggantikan Sidney Swartz. Pada Februari 2007, perusahaan mengakuisisi Howies, Welsh clothing company. Pada Juni 2011, Timberland menandatangani perjanjian merger definitif dengan VF Corporation dengan harga $ 43 per saham atau sekitar $ 2 miliar.

Filosofi Logo Timberland

Logo Timberland sendiri adalah pohon bercabang di sebuah ladang, dan karena Timberland berarti tanah yang ditutupi dengan pepohonan dan semak belukar, maka menjadi sangat pantas jika diwakilkan oleh ikon pohon sebagai logonya. Pohon yang tampak kokoh dan sangat cocok dengan sepatu yang dibuat untuk medan yang berat.

brand-timberland
Logo Timberland

Jenis huruf yang dapat dilihat dalam logo Timberland sangat mirip dengan font tampilan Windsor SB XBold Condensed, diciptakan desainer grafis Eleisha Pechey (1831-1902) yang dirilis oleh the Stephenson Blake type foundry. Font ini lebih diarahkan untuk menulis judul daripada digunakan untuk paragraf tulisan.

Terdapat rumor dalam konteks yang sangat negatif tentang merek dan logo Timberland dalam sebuah puisi berjudul “Clothes” atau “FUBU,” yang mulai beredar di web pada musim semi 1999. Puisi itu diyakini telah ditulis oleh Maya Angelou namun dia kemudian mengklaim itu bukan miliknya.

Dalam puisi itu, pohon Timberland digambarkan sebagai pohon penggantungan, di mana orang kulit hitam digantung. Isi puisi bisa dijelaskan oleh rumor bahwa Timberland adalah milik Ku ​​Klux Klan. Perusahaan berusaha keras untuk menyingkirkan rumor ini.

Brand Timberland dan Musik Hip Hop

Pada awalnya sepatu Timberland sangat jauh dari dunia musik terutama Hip Hop yang membuatnya terkenal di dunia fashion. Sepatu boot ini dahulu sangat digemari oleh para pekerja di kota terpencil terutama yang memiliki lingkungan yang dingin dan berlumpur. Para kalangan pekerja sangat mengagumi Timberland boots karena ketangguhannya untuk digunakan medan ekstrem.

Kemudian tanpa disengaja sepatu Timberland menjadi sangat populer dan menjadi ikon pada budaya Hip Hop. Salah satu rapper terbaik sepanjang masa Notorious B.I.G. sering merujuk mereka dengan kalimat “Timbs for my hooligan in Brooklyn” adalah salah satu kalimat Hypnotize yang terkenal pada masa itu. Kalimat ini yang menjadi dasar identitas baru bagi sepatu boot asal amerika ini.

glngirwn-timberland-icon-of-hip-hop

Dilaporkan jurnalis Rob Walker dalam buku Buying In, kabar burung mengatakan bahwa pembeli pertama Timberland yang bukan berasalah kalangan pekerja adalah pengedar narkoba New York. Hal ini karena perkejaan mereka mengharuskan untuk berdiri di jalan sepanjang malam. Sehingga dibutuhkan sebuah sepatu yang menjadi alas kaki yang cocok untuk menjaga mereka tetap hangat dan kering.

Para Rapper kala itu kemudian mengikuti gaya para pengedar narkoba tersebut. Tidak lama dari saat itulah sepatu Timberland terlihat digunakan pejalan kaki di kota New York. Majalah Rap Vibe melaporkan bahwa semua orang di jalanan termasuk preman berjalan dengan sepatu boot Timberland. Pada akhirnya Timberland pun menjadi sepatu ikon musik Hip Hop di dunia hingga saat ini.

Tetapi disayangkan Timberland berusaha menjauhkan diri popularitas di kalangan Rapper. CEO Timberland saat itu, Jeffrey Swartz mengatakan kepada The New York Times di awal tahun 90-an bahwa, “ If you want to buy us and you are not our target customer, we don’t have a point of distribution that speaks to your lifestyle.

Pada saat ini akhirnya Timberland menyadari bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah neraka demografis yang langsung akan merubah orientasi target konsumen. Hingga saat ini sepatu Timberland telah bekerjasama dengan artis HipHop yang tak terhitung jumlahnya, seperti yang dikenakan oleh Big Boi dari OutKast di sampul Speakerboxxx.

Kampanye Marketing Timberland

TIMBERLAND: Nature Needs Heroes

Behind the Brand: Sepatu Boot Timberland dan Musik Hip Hop

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: