fbpx

Trend Strategi Media Sosial Marketing 2020

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

analisis-trend-strategi-media-sosial
Technology photo created by drobotdean

Selain untuk dapat digunakan secara pribadi media sosial juga dapat menjadi bagian strategi marketing sebagai salah satu sarana promosi bisnis. Dengan kompetisi sangat tinggi mungkin sangat sulit untuk tetap menonjol jika tanpa strategi yang tepat serta budget yang efisien. Nah, berikut prediksi dan analisis trend yang akan mempengaruhi strategi di media sosial marketing pada tahun 2020.

1. Konten Ephemeral Akan Tetap Populer

Konten Ephemeral adalah konten yang berbentuk gambar atau video yang hanya dapat diakses dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan fitur pada media sosial tertentu seperti Instagram story, pada awalnya konten bentuk ini di populerkan oleh snapchat dan kemudian merambah pada platform media sosial lain.

Tren yang cukup baru dalam dunia media sosial marketing ini akan terus berkembang. Menurut laporan terbaru oleh Hootsuite, 64% social media marketer telah memasukkan Instagram story ke dalam strategi atau media sosial konten brand mereka. Studi lain menunjukkan bahwa brand yang memposting Instagram story sekali dalam empat hari.

2. Gunakan Platform Dengan Pengguna Terbanyak

Facebook dan Instagram telah lama mendominasi kategori media sosial sebagai platform terbesar dan terpopuler. Namun, dalam beberapa tahun terakhir kemunculan beberapa platform media sosial lainnya mengalami peningkatan secara signifikan. Hal ini terlihat dengan meningkatkannya jumlah pengguna yang telah terdaftar di media sosial tersebut.

TikTok misalnya, adalah salah satu platform yang dimulai pada 2016 dan langsung mendapatkan popularitas di kalangan anak muda. Perusahaan B2B lebih suka LinkedIn untuk inisiatif media sosial mereka, sementara komunitas game berduyun-duyun ke Twitch. Selain itu ada beberapa platform media sosial alternatif yang mulai populer dan akan terus berkembang pada tahun 2020 dan seterusnya.

3. Instagram Akan Menghilangkan Tombol Like

Instagram adalah salah satu jejaring sosial terbesar dan setiap perubahan besar yang diterapkan pada platform media sosial ini akan dapat membentuk lanskap media sosial. Salah satu perubahan besar tersebut adalah kemungkinan Instagram menghapus fitur tombol like pada postingan di feed Instagram, ini bisa menjadi awal sebuah transformasi di dunia sosial media marketing.

Instagram baru-baru ini menguji proposal ini dalam uji beta dan dapat segera menerapkan perubahan ini secara global. Logika yang telah diberikannya adalah bahwa tombol like menentukan nilai sosial seseorang validasi semacam itu akan merusak kesehatan mental seseorang. Sehingga membuat Instagram mencoba mengambil langkah besar ini.

4. Social Commerce Akan Mulai Berkembang

Platform media sosial seperti Instagram, Pinterest, dan Facebook telah lama digunakan oleh brand terkenal untuk kegiatan pemasaran. Perdagangan melalui media sosial perlahan telah mulai menjadi trend baru bagi perusahaan retail untuk mendapatkan konsumen dan hal ini diprediksi akan semakin berkembang pesat di tahun 2020 ini.

Alasan yang membuat tren ini tetap berkembang dikarenakan semakin banyak jejaring sosial memperkenalkan fitur-fitur penjualan seperti fitur pada Facebook dan Instagram bisnis yang dapat melakukan tagging produk pada postingan di feed media sosial mereka yang kemudian diteruskan ke website atau chat dengan costumer service mereka.

5. Konten Video Akan Mendominasi

Konten video adalah salah satu bentuk konten yang paling menarik dan akan segera mendominasi media sosial dibandingkan bentuk konten lain. Apakah itu video bentuk pendek seperti yang populer di TikTok atau Instagram story atau bahkan konten berbentuk video panjang di YouTube, konten video dapat dikatakan adalah masa depan konten media sosial.

Menurut sebuah studi Cisco, pada tahun 2022 mendatang, 82% dari semua konten online akan menjadi konten video. Ini jelas menunjukkan betapa pentingnya untuk mulai menggunakan konten video agar tetap relevan di platform media sosial. Dalam waktu dekat, video akan mendominasi media sosial dan siapa pun yang tidak menyadarinya akan mengalami kesulitan.

6. Media Sosial Influencer Tetap Berjaya

Media sosial influencer bukanlah trend baru di media sosial, tetapi merupakan tren yang akan bertahan untuk sementara waktu. Pemilihan influencer biasanya melibatkan alat analisis media sosial untuk mengetahui kecocokan brand dengan pengikut mereka serta kecocokan topik yang sering dibahas pada akun tersebut. Berinvestasi dalam influencer jauh lebih murah daripada menjalankan kampanye iklan berbayar, namun memberikan hasil yang baik.

Untuk menjalankan strategi media sosial marketing satu ini, disarankan untuk tidak hanya berkolaborasi dengan 1-2 influencer besar, tetapi juga dengan Influencer kecil. Jenis influencer ini disebut mikro Influencer untuk mendapatkan engagement yang lebih tinggi dan biaya lebih murah. Ke depan, semakin banyak pemasar yang akan menggunakan strategi ini dan bekerja dengan banyak influencer yang lebih kecil alih-alih satu selebriti.

7. Bangkitnya Komunitas Media Sosial

Meskipun ini bukan sesuatu yang baru, tetapi komunitas online akan kembali populer. Hal ini sejalan dengan berkembangnya platform chat yang berbasis komunitas seperti Slack dan Discord. Strategi media sosial marketing berbasis komunitas seperti ini sangat familiar dikalangan para pengembang game indi di dunia, termasuk juga di Indonesia.

Komunitas media sosial adalah kelompok sosial yang diciptakan oleh brand dengan menyediakan platform untuk berkumpul serta aktif menyampaikan pendapat hal ini sangat bermanfaat dalam pengembangan produk. Grup Facebook dan Kaskus adalah contoh cemerlang dari platform komunitas media sosial yang sempat booming pada masanya.

Build Your Brand: Trend Strategi Media Sosial Marketing 2020

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: