fbpx

Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia (Maslow)

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

Girl photo created by freepik

Hierarki kebutuhan Maslow (hierarchy of needs) adalah teori psikologi yang diperkenalkan oleh Abraham Maslow dalam makalahnya, “A Theory of Human Motivation”, di Psychological Review pada tahun 1943. Ia beranggapan bahwa manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan dasar di tingkat rendah yang harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi.

Latar Belakang Hierarki Kebutuhan Maslow

Konsep hierarki kebutuhan dasar ini bermula ketika Maslow melakukan observasi terhadap perilaku salah satu hewan mamalia yaitu monyet. Berdasarkan pengamatannya, didapatkan kesimpulan bahwa beberapa kebutuhan lebih diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan yang lain. Hal ini menjadi latar belakang hierarki kebutuhan dasar manusia yang disampaikan oleh Maslow.

Contohnya pada manusia adalah jika individu merasa haus atau lapar, maka individu tersebut akan cenderung untuk mencoba memuaskan dahaga daripada kebutuhan akan rasa aman. Bahkan beberapa orang rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk kebutuhan makanan dan minuman. Individu dapat hidup tanpa tempat tinggal tetap, hal ini membuat kebutuhan makan dan minum akan lebih mendesak untuk dipenuhi.

Kebutuhan-kebutuhan ini sering disebut Maslow sebagai kebutuhan-kebutuhan dasar yang digambarkan sebagai sebuah hierarki atau tangga yang menggambarkan tingkat kebutuhan. Hierarki atau Tingkatan yang menggambarkan sebuah tanggal yang hanya dapat dilewati satu persatu. Seperti manusia tidak akan mencari tempat tinggal sebelum mereka dapat makan.

Terdapat lima tingkat kebutuhan dasar dalam hierarki kebutuhan Maslow, yaitu: kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri.

Menurut Maslow, pemuasan berbagai kebutuhan tersebut didorong oleh dua kekuatan yakni motivasi kekurangan (deficiency motivation) dan motivasi perkembangan (growth motivation). Motivasi kekurangan bertujuan untuk mengatasi masalah ketegangan manusia karena berbagai kekurangan yang ada. Sedangkan motivasi pertumbuhan didasarkan atas kapasitas setiap manusia untuk tumbuh dan berkembang. Kapasitas tersebut merupakan pembawaan dari setiap manusia.

Pendapat – pendapat Maslow juga terbukti sangat bermanfaat untuk memahami pengalaman manusia dalam berbagai situasi. Contoh: Bentley (1994) menerapkan teori hierarki kebutuhan untuk membantu merasakan pengalaman tunawiswa. Kebutuhan dasar manusia seperti makan, tempat tinggal, dan rasa aman pada tunawisma tidak selalu terpenuhi. Inilah yang menyebabkan upaya penyediaan bantuan psikologi bagi tunawisma biasanya menemui kegagalan, jelas Bantley, kecuali jika penanganan itu dikombinasikan dengan penyediaan tempat tinggal.

Tingkatan Kebutuhan Dasar Manusia

kebutuhan-manusia-maslow
Hierarki Kebutuhan Maslow (Maslow’s Hierarchy of Needs)

Menurut Hasil riset Abramaham Maslow dalam Hierarki Kebutuhan Maslow (Maslow’s Hierarchy of Needs), kebutuhan manusia dapat dikategorikan menjadi 5 level tingkatan. Kebutuhan ini bertingkat dan sebelum bisa memuaskan kebutuhan di level berikutnya, kebutuhan di level sebelumnya harus dipenuhi dulu.

1. Kebutuhan Fisiologis

Physiological needs adalah kebutuhan yang paling dasar yang harus dipenuhi oleh seorang individu. Kebutuhan tersebut mencakup sandang, pangan dan papan. Contohnya kebutuhan makan, minum, perumahan, seks, istirahat untuk menjaga kesehatan, berobat jika sakit.

2. Kebutuhan Akan Rasa Aman

Safety and security needs adalah kebutuhan yang diperoleh setelah yang pertama terpenuhi. Pada kebutuhan tahap kedua ini seorang individu menginginkan terpenuhinya rasa keamanan. Pada dasarnya kebutuhan rasa aman ini mengarah pada dua bentuk yakni: kebutuhan keamanan jiwa dan kebutuhan keamanan harta.

3. Kebutuhan Rasa Memiliki Dan Kasih Sayang

Social needs adalah kebutuhan ketiga setelah kebutuhan kedua terpenuhi. Pada kebutuhan ini mencakup perasaan seseorang seperti termiliknya cinta, sayang, keluarga yang bahagia dengan suami/istri dan memperoleh anak dari perkawinan yang sah, tergabung dalam organisasi sosial. Kebutuhan sosial disini memperhatikan seseorang yang membutuhkan pengakuan atau penghormatan dari orang lain.

4. Kebutuhan Penghargaan

Esteem needs adalah kebutuhan keempat yang dipenuhi setelah kebutuhan ke tiga terpenuhi. Pada kebutuhan ini sesorang mencakup pada keinginan untuk memperoleh harga diri. Harga diri atau respek diri: ini bergantung pada keinginan akan kekuatan, kompetensi, kebebasan, dan kemandirian.

Ia juga bertalian dengan achievement motivation, dorongan untuk berprestasi. Pada tahap ini seseorang memiliki keinginan kuat untuk memperhatikan prestasi yang dimiliki, serta prestasi tersebut selanjutnya diinginkan orang lain mengetahuinya dan menghargai atas prestasi yang telah diperoleh tersebut.

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

Self-actualizatio adalah kebutuhan tertinggi dalam teori Maslow. Pada tahap ini seseorang ingin terpenuhinya keinginan untuk aktualisasi diri, yaitu ia ingin menggunakan potensi yang dimiliki dan mengaktualisasikannya dalam bentuk pengembangan dirinya.

Kondisi ini teraplikasi dalam bentuk pekerjaan yang dijalani sudah lebih jauh dari hanya sekedar rutinitas namun pada sisi yang jauh lebih menantang dan penuh dengan kreatifitas tingkat tinggi. Dan karyakarya yang dihasilkan oleh dirinya dianggap luar biasa serta sangat patut untuk dihargai.

Kritik Hierarki Kebutuhan Maslow

Dalam realita teori kebutuhan Maslow memiliki permasalahan. Menurut E. Mulyasa bahwa “ada dua masalah berkenanaan dengan asumsi yang spesifik terhadap teori Maslow:

1. Kebutuhan individu tidak selalu mengikuti tatanan yang berjenjang. Sebagai contoh seseorang dengan arahan kebutuhan untuk mendapatkan penghargaan telah melakukan suatu upaya walaupun belum memenuhi untuk mencintai dan dicintai, atau kebutuhan – kebutuhan untuk menyatu dalam kelompok.

2. Kebutuhan – kebutuhan yang berbeda muncul ke dapan, manakala musim kerja meningkat. Dalam tata kehidupan ini sering orang memperoleh setiap kebutuhannya bukan secara bertahap seperti yang dikemukakan oleh Maslow, karena kadang kala itu bisa diperoleh dengan melompat. Serta pada saat seseorang masuk dan berada di suatu organisasi itu bukan dilakukan atas dasar sikap aktualisasi diri, namun lebih karena keinginan untuk memiliki rasa aman.

Back to Basic: Hierarki Kebutuhan Dasar Manusia (Maslow)

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: