fbpx

Bauran Pemasaran Booms & Bitner 7P (Service Marketing)

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

marketing-mix
Background photo created by bearfotos

Pada tahun 1981, Bernard H. Booms dan  Mary J. Bitner mengusulkan model 7P yang merupakan modifikasi dari bauran pemasaran 4P (marketing mix) yang di populerkan oleh E. Jerome McCarthy. Namun, model ini mengalami penyempurnaan dengan menambahkan beberapa elemen agar lebih relevan dalam meningkatkan strategi pemasaran di bidang usaha yang menjual jasa, oleh karena itu Model 7P juga terkenal dengan nama service marketing mix model.

Pada dasarnya, konsep 7P berawal pada tahun 1980-an, pada saat itu sejumlah ahli teori dan praktisi marketing menyerukan perluasan kerangka kerja yang bauran pemasaran agar lebih berguna untuk meningkatkan penjualan jasa. Prospek memperluas atau memodifikasi bauran pemasaran untuk layanan adalah topik diskusi inti di Konferensi AMA perdana yang di dedikasikan untuk pemasaran layanan di awal 1980-an.

Bauran pemasaran 7P pada dasarnya berlandaskan beberapa karya tulisan teoritis sebelumnya yang menunjukkan banyak masalah yang mengarah kepada keterbatasan model 4 Ps. Para pemasar di bidang jasa saat itu memikirkan tentang revisi bauran pemasaran umum berdasarkan pemahaman bahwa layanan pada dasarnya berbeda dari produk, dan oleh karena itu memerlukan alat dan strategi yang berbeda.

Bernard H. Booms dan  Mary J. Bitner: Bauran Pemasaran 7P (Service Marketing Mix)

Sebelum membahas bauran pemasaran atau 7P mari kita menyegarkan kembali ingatan kita akan konsep 4P McCarthy.

Bauran Pemasaran 4P

1. Product (Produk): Merujuk pada suatu barang yang memuaskan kebutuhan atau keinginan konsumen. Produk dapat berwujud (barang) atau tidak berwujud (layanan, ide atau pengalaman).

2. Price (Harga): Harga mengacu pada jumlah yang dibayar pelanggan untuk suatu produk. Harga juga dapat merujuk pada pengorbanan yang disiapkan konsumen untuk memperoleh suatu produk (mis. Waktu atau upaya). Harga adalah satu-satunya variabel yang memiliki implikasi terhadap pendapatan. Harga juga termasuk pertimbangan nilai yang dirasakan pelanggan.

3. Place (Lokasi dan Tempat Berjualan): Mengacu pada menyediakan akses pelanggan mempertimbangkan kenyamanan bagi konsumen.

4. Promotion (Promosi): Promosi mengacu pada komunikasi pemasaran. Dapat terdiri dari elemen-elemen seperti: periklanan, PR, pemasaran langsung dan promosi penjualan.

Pengembangan Model 4P Menjadi 7P

Dari model pemasran 4P tersebut kemudian di modifikasi agar sesuai dengan penyedia jasa layanan. Berikut tiga garis besar bauran pemasaran 4P yang dimodifikasi dan diperluas oleh Booms & Bitner untuk meningkatkan perusahaan yang menjual jasa sebagai produk mereka.

1. People (Manusia, Orang, Personil): Manusia adalah sebenarnya sangat penting dalam memasarkan produk atau layanan apa pun. Terlebih dalam industri jasa profesional, keuangan, atau perhotelan, orang bukanlah produsen, melainkan produk itu sendiri. Maka mereka dapat memengaruhi persepsi publik tentang suatu organisasi seperti halnya barang konsumen yang berwujud. Hal ini berkaitan dengan beberapa fator yaitu; pelayanan, seragam, cara berinteraksi dan berkomunikasi.

2. Process (Proses, Prosedur): Proses mengacu pada serangkaian aktivitas yang menghasilkan penyampaian manfaat produk. Sebuah proses bisa menjadi urutan tugas karyawan sebagai bagian dari pekerjaan mereka. Ini dapat mewakili langkah-langkah berurutan yang pada saat mereka mencoba menyelesaikan tugas. Dalam hal ini biasanya perusahaan memiliki langkah-langkah tugas berkaitan dengan prosedur yang tertuang dalam SOP (Standart Operasional Perusahaan).

3. Physical Evidence (Bukti Fisik, Desain Interior, Brosuer): Bukti fisik mengacu pada elemen non-manusia dari pertemuan layanan, termasuk peralatan, furnitur, dan fasilitas. Ini juga dapat merujuk ke komponen lingkungan yang lebih abstrak di mana pertemuan layanan terjadi termasuk desain interior, skema warna, dan tata letak. Beberapa aspek dari bukti fisik memberikan bukti abadi bahwa layanan seperti suvenir, kenang-kenangan, faktur, dan corak artefak lainnya.

Menurut kerangka Booms dan Bitner, bukti fisiknya adalah “layanan yang di berikan dan barang berwujud apa pun yang memfasilitasi kinerja dan komunikasi layanan”. Bukti fisik penting bagi pelanggan karena barang berwujud merupakan bukti bahwa penjual telah (atau belum) berhasil memenuhi kebutuhan pelanggan.

Kesimpulan

Pada dasarnya semua pendekatan bauran pemasaran yang di sampaikan oleh para ahli pemasaran dunia tidak bersifat baku untuk diterapkan dalam bisnis. Misalnya, setiap bisnis memiliki keunikan tersendiri apalagi jika jika beroperasi di berbagai belahan dunia yang memiliki latar belakang berbeda. Maka dari itu pilihlah dasar model pemasaran yang sesuai kemudia modifikasi untuk menyesuaikan diri dengan prilaku konsumen dan jadikan itu keunikan strategi pemasaran kamu.

Back to Basic

Bauran Pemasaran Booms & Bitner 7P (Service Marketing)

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: