fbpx

Sejarah ASICS: Berawal Dengan Nama Onitsuka Tiger

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

ASICS (アシックス Ashikkusu) adalah perusahaan multinasional yang memproduksi sepatu dan peralatan olahraga untuk berbagai macam kebutuhan olahraga. Berdasarkan catatan sejarah nama ASICS merupakan singkatan dari kalimat bahasa latin “anima sana in corpore sano” yang memiliki arti “dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”.

asics

Sejarah Perusahaan

Sebelum bernama ASICS Ltd. perusahaan sepatu lari ini bernama Onitsuka Co., Ltd yang beridir sejak tanggal 1 September 1949. Perusahaan sepatu lari asal negri sakura ini berdiri atas jasa Kihachiro Onitsuka. Bisnis kecil ini berawal hanya dengan empat karyawan yang membuat sepatu kets untuk anak sekolah. Kiprah ASICS di dunia olahraga bermula dengan memproduksi sepatu basket di kota Kobe, Prefektur Hyogo, Jepang.

Pada tahun 1964, Onitsuka resmi melantai di Bursa Saham Kobe, lalu kemudian juga melantai di Bursa Saham Osaka dan Tokyo. Pada tahun 1977, Onitsuka Tiger menjadi satu kesatuan dengan GTO dan JELENK sehingga lahirlah ASICS Corporation. Meskipun telah berganti nama, namun produk sepatu Onitsuka Tiger masih diproduksi dan dijual secara internasional menggunakan branding berbeda.

ASICS telah menghasilkan 171 miliar yen dalam penjualan bersih dan 13 miliar yen dalam pendapatan bersih pada tahun 2006. Tercatat bahwa 66% dari pendapatan perseroan berasal dari penjualan sepatu olahraga, 24% dari pakaian olahraga, dan 10% dari peralatan olahraga. Empat puluh sembilan persen dari penjualan perusahaan di Jepang, 28% di Amerika Utara, dan 19% di Eropa.

Brand ASICS dan Onitsuka Tiger

Produk pertama perusahaan saat masih bernama Onitsuka Tiger adalah sepatu basket yang mirip dengan sandal jerami. Namun sayangnya sepatu ini tidak terlalu memberikan hasil positif untuk perusahaan. Sehingga membuat Onitsuka kembali merancang sepatu baru yang cukup sukses dan populer pada tahun 1952. Kata Onitsuka diambil dari nama pendiri sedangkan kata ‘tiger’ melambangkan kecepatan dan kekuatan.

Pada tahun 1977, Onitsuka Tiger bergabung dengan GTO dan JELENK untuk membentuk ASICS Corporation. ASICS adalah singkatan dari pepatah dalam bahasa latin “anima sana in corpore sano“. Kihachiro Onitsuka mendapatkan inspirasi nama tersebut dari Kohei Hori. Ikon pada logo ASICS mengambil bentuk dari huruf A yang ditulis dengan huruf kecil, logo ini dirancang oleh Herb Lubalin. Sedangkan motif pada sisi sepatu ASICS mengambil inspirasi dari seni lukis logo setrip.

Penggabungan tersebut membuat merek Onitsuka Tiger tidak lagi digunakan. Namun setelah beberapa waktu merek Onitsuka Tiger kembali diperkenalkan pada tahun 2002. ASICS memanfaatkan trend sneaker klasik dengan mengambil ciri sepatu olahraga Onitsuka Tiger asli dahulu. Kemudian mereka membuat perubahan pada potongan, warna dan konstruksi untuk menghadirkan remodel dari Mexico 66, California 78 dan Nippon Made.

Pada tahun 2003, Uma Thurman memakai sneaker Onitsuka Taichi berwarna emas dengan garis hitam, terlihat serasi dengan pakaian berwarna kuning pada film layar lebar Kill Bill. Pada 2015, Onitsuka Tiger bermitra dengan perusahaan desain yang berbasis di AS, Bait untuk membuat seri Bruce Lee. Untuk mengenang aksi Bruce Lee menggunakan Onitsuka Tiger Mexico 66 dalam film Game of Death pada tahun 1978.

onitsuka-tiger-bruce-lee

Jejak ASICS di Dunia Olahraga

Pada tahun 1953, Onitsuka Tiger bersama pelari maraton Toru Terasawa mengembangkan sebuah sepatu lari untuk pelari jarak jauh. Terus belanjut pada tahun 1958, sepatu buatan Onitsuka Tiger juga di kenakan oleh pelari jarak pendek Oliver Skilton. Setelah menerima masukan dari Tuan Onitsuka pelari asal Ethiopia Abebe Bikila pun mulai memakai sepatu buatan Onitsuka Tiger pada tahun 1957.

Corak Garis ASICS pertama kali terlihat pada tahun 1966 selama uji coba pra-olimpiade untuk Olimpiade Musim Panas 1968 di Mexico City. LIMBER adalah model pertama yang menampilkan garis-garis ASICS di sisi bagian atas. Garis-garis ini adalah ikon desain terkenal pada sepatu Onitsuka saat ini, kulit LIMBER, yaitu MEXICO 66.

Pada 1970-an, Onitsuka Tiger memperkenalkan FABRE, singkatan dari gerakan FAstBREak di bola basket. Tim Jepang mengenakan FABRE pada Olimpiade Musim Panas 1972 di Munich, di mana mereka finis di urutan ke-14. Pada tahun 1976, pelari Finlandia Lasse Virén memenangkan nomor 5.000 dan 10.000 meter di Olimpiade Musim Panas 1976 di Montreal saat mengenakan Onitsuka Tigers, setelah mengenakan Adidas saat memenangkan acara tersebut di Olimpiade 1972.

Sepanjang tahun 50-an hingga 70-an, Onitsuka telah mengembangkan sepatu untuk berbagai olahraga seperti tenis, bola voli, dan sepatu lari yang inovatif. Perkembangan teknis berlanjut hingga tahun 80-an, ketika ASICS merilis bahan GEL ke sepatu lari – teknologi bantalan revolusioner yang tetap menjadi pilihan utama bagi pelari di seluruh dunia. ASICS bahkan merancang alas kaki untuk Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang.

2018 menandai 69 tahun sejak ASICS pertama kali didirikan dan ulang tahun ke-100 pendirinya yaitu Kihachiro Onitsuka. Selama beberapa dekade terakhir, ASICS telah menjadi salah satu merek pakaian olahraga berkinerja paling terkenal untuk alas kaki dan pakaian. Dari atlet Olimpiade dan pemain bintang, hingga pelari sehari-hari. Melihat kembali ke awal mula sejarah semua ini bermula dari oleh seorang pemuda dengan sebuah mimpi serta tujuan yang mulia.

Hubungan ASICS dan Nike

Pada akhir 1950-an, pelari jarak menengah Universitas Oregon Philip Hampson Knight (Phil Knight) dilatih oleh Bill Bowerman, salah satu pelatih top di AS. Bowerman juga terkenal karena kerap bereksperimen dengan desain sepatu lari agar lebih ringan dan lebih menyerap guncangan. Setelah menghadiri Oregon, Knight melanjutkan studinya di Universitas Stanford, di mana dia menulis tesis MBA tentang pemasaran sepatu atletik.

Setelah menerima gelarnya, Knight pergi ke Jepang di mana dia menghubungi Onitsuka Tiger Co. Ltd, dan meyakinkan perusahaan bahwa produk mereka memiliki pasar di AS. Phil Knight yang merupakan pendiri brand Nike ini sangat terkesan dengan Onitsuka Tiger yang memiliki kualitas tinggi tetapi memiliki harga yang cukup terjangkau pada saat itu.

Pada tahun yang sama yaitu tahun 1963, Phil Knight menerima pengiriman sepatu-sepatu Tiger pertamanya. Lalu selang waktu berlalu kemudian Phil H. Knight dan Bill Bowerman masing-masing berinvestasi sebesar $500 untuk mendirikan Blue Ribbon Sports (yang kemudian menjadi Nike, Inc.). Sepatu Onitsuka Tiger mendapatkan banyak masukin dari pihak Phil Knight sehingga membuat sepatu ini populer di Amerika.

Pada tahun 1968, Blue Ribbon Sports mulai mengimpor LIMBER UP ke pasar Amerika. Pada tahun 1968, sepatu lari mereka adalah TG-4 “Marathon” yang semuanya bagian atas nilon dan sol karet datar. Sepatu trainer mereka memiliki bagian atas yang serba putih dari kulit, dan sol dengan bantalan tebal, dan bernama “Cortez”.

cortez-corsair

Namun sangat di sayangkan, kesuksesan kerjasama Onitsuka Tiger dan Blue Ribbon Sports justru memperburuk hubungan keduanya. Perpecahan ini terjadi akibat perselisihan soal hak cipta sepatu tersebut (Nike Cortez dan Onitsuka Tiger Corsair). Ketika kasusnya berlanjut ke pengadilan, Onitsuka Tiger kalah dan menyerahkan nama Cortez ke Blue Ribbon Sports (Nike). Akan tetapi ASICS dengan merek Onitsuka Tiger tetap memproduksi sepatu dengan desain serupa dengan Cortez bernama Corsair.

Behind the Brand

Sejarah ASICS: Berawal Dengan Nama Onitsuka Tiger

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: