fbpx

Paham Fungsi Ekuitas Merek (brand equity)

Dipublikasikan oleh Gilang Irwan pada

Ekuitas Merek (brand equity) adalah seperangkat aset yang berkaitan dengan brand yang dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap sebuah brand. Ekuitas merek yang sukses dapat menambah nilai dari oleh produk atau jasa, baik bagi perusahaan maupun pelanggan. Besaran nilai sebuah brand yang dimiliki perusahaan dapat mempertinggi keberhasilan program pemasaran dalam memikat konsumen baru atau merangkul konsumen lama.

Ekuitas merek yang baik adalah dasar untuk dijadikan pertimbangan untuk mengembangkan perusahaan dengan cara melakukan brand extension. Dengan memiliki ekuitas brand yang baik dalam satu kategori produk dapat dijadikan dasar bagi perusahaan untuk meluncurkan produk baru di kategori yang berbeda, misalnya kesuksesan Gojek membuat mereka dapat memperluas layanan di bidang lain seperti produk GO-Food, Goo-Car, Go-Bluebird dan lainnya.

Meskipun terdapat manfaat jelas namun jika tidak dilakukan dengan tepat dapat menyebabkan kegagalan dalam usaha brand extension tersebut, yang pada akhirnya akan berujung pada asosiasi negatif pada sebuah brand. Salah satu kunci utama keberhasilan brand extension adalah dengan tetap menjaga konsisten serta jati diri brand inti (produk utama).

Namun seringnya, manajer memanfaatkan persepsi mereka sendiri dari brand inti sebagai patokan untuk menentukan apakah brand extension memiliki potensi dan tingkat relevansi yang sesuai dengan brand itu sendiri ataupun produk yang sukses sebelumnya.

Ekuitas Merek (Brand Equity) Menurut Ahli

Menurut Kotler dan Keller (2009:263), brand equity adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa. Ekuitas merek dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir, merasa dan bertindak dalam hubungannya dengan brand, dan juga harga, pangsa pasar dan profitabilitas yang diberikan pada perusahaan.

Menurut Susanto dan Wijarnako (2004:127), Ekuitas merek adalah seperangkat aset dan liabilitas brand yang berkaitan dengan suatu brand, nama dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan.

Menurut Tjiptono (2004:38), Serangkaian aset dan kewajiban merek yang terkait dengan sebuah merek, nama, dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa kepada perusahaan dan atau pelanggan perusahaan tersebut.

Dimensi dan Indikator Kesuksesan

Menurut Aeker (1996), indikator atau elemen ekuitas merek (Brand Equity) diantaranya yaitu:

  • Kesadaran merek (brand awareness)
  • Asosiasi merek (brand association)
  • Persepsi kualitas (percieved quality)
  • Loyalitas merek (brand loyalty)
  • Aset lain yang berkaitan dengan merek (other brand-related assets), seperti hak paten dan lain sebagainya.

Keempat dimensi ini dipercaya dapat memengaruhi alasan pembelian konsumen. Ketiga dimensi pertama yaitu pengetahuan akan merek, kualitas yang dipercaya, dan asosiasi-asosiasi dianggap penting dalam proses pemilihan merek, ketiganya dapat mengurangi keinginan atau rangsangan konsumen untuk mencoba-coba merek lain (kesetiaan merek).

Manfaat Ekuitas Merek

Ekuitas merek dapat mempengaruhi kepercayaan diri konsumen dalam mengambil keputusan pembelian baik itu dikarenakan ada pengalaman di masa lalu dalam menggunakan maupun kedekatan serta kecocokan karakteristiknya.

Kunci melakukan brand extension adalah tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk. Tingkat kepercayaan dapat diukur dengan prinsip ekuitas merek. Sehingga sebuah brand dapat menawarkan jasa atau produk lain dengan mudah.

Simamora, 2003:49 adalah Loyalitas memungkinkan terjadinya pembelian/transaksi berulang atau jika konsumen tersebut merupakan commited buyer, tidak hanya terhenti pada pembelian ulang. Namun konsumen tersebut juga dapat menganjurkan atau merekomendasikannya kepada orang lain.

Back to Basic: Memahami Manfaat Ekuitas Merek Pada Brand

Gilang Irwan

%d blogger menyukai ini: